Siapa Sangka Ternyata Begini Kondisi Syekh Puji Kini Mengejutkan


Indonesia gempar pada tahun 2008 lalu.
Seorang berjulukan Pujiono Cahyo Widianto alias Syekh Pujimenghebohkan usai menikahi seorang cukup umur perempuan masih masih berusia 12 tahun.
Perempuan yang dinikahi tersebut tak lain ialah Lutifiana Ulfa.
Akibatnya Syekh Puji harus berurusan dengan hukum.
Lelaki berusia 50-an tahun yang juga dikenal memiliki kekayaan yang melimpah itu sempat mendekam di tahanan Polrestabes Semarang , Jawa Tengah.
Usai keluar penjara Syekh Puji pun jarang diwartakan.
Pada selesai 2015 lalu , Syekh Puji sempat muncul melalui kabar dilema penggelapan duit.
Ia mendatangi Polres Balikpapan , Kalimantan Timur bersama dengan istri dan anaknya.
Bukanlah karena dipanggil , namun untuk melaporkan dilema penggelapan duit yang disangka dilakukan oleh pegawainya.
Seorang Kompasianer (penulis pada Kompasiana.com) , Arief Firhanusa mendeskripsikan kehidupan Syekh Puji usai tak lagi muncul di layar kaca.
"Beberapa kali saya pernah melihatnya dengan jubah putih ala padang pasir ibarat dikala ia menaiki Yamaha Mio sedang membeli bensin di SPBU akrab rumah sekaligus pondok pesantrennya , Miftahul Jannah , tanpa helm , belum lama ini ," tulis Arief.
"Kali lain , belum lama ini , saya juga sempat melihatnya sedang belanja sesuatu di pasar Bandungan , sebuah obyek wisata masih di daerah Kabupaten Semarang , tanpa jubah dan tasbih besar di leher. Kata pedagang pasar , ia membeli sayuran untuk pakan kijang-kijang yang ia pelihara di pekarangan ," lanjutnya.
Syekh Puji juga dikabarkan sudah tidak hobi pamer lagi dan justru menyibukkan diri serta fokus pada usahanya melalui PT Sinar Lendoh Terang (Silenter).
Perusahaan ini memproduksi kaligrafi berlapis kuningan yang diekspor dengan pendapatan bersih lebih dari Rp 300 juta per bulan.
Perkawinannya dengan istri keduanya , Ulfa , sudah dikaruniai dua orang anak.
"Pria yang mengoleksi belasan kendaraan beroda empat mewah tersebut kini benar-benar menutup diri. Bahkan aktivitasnya di seminar-seminar motivasi pun kini tak lagi terdengar kabarnya ," tulisnya lagi.
"Juga , berbeda dengan masa lalu , kini Syekh Puji juga jarang tampil untuk acara-acara 'pamer'. Kalau dulu beliau sering menaiki kendaraan beroda empat mewah tanpa kap seraya menyemburatkan senyum jumawa."
Lalu bagaimana dengan Ulfa? 
Tampaknya wanita ini kini sibuk mengurus anak-anak Syekh Puji.
Syehkh Puji diberi izin menikah Ulfa dikala anak itu berusia 16 tahun tepatnya selesai Januari 2012.
“Pengadilan Agama Ambarawa mengizinkan Puji menikahi Ulfa karena ia memenuhi syarat kumulatif dan alternatif , ditopang izin mulut dan tertulis "mau dimadu" yang diberikan oleh istri , Umi Hani Alhafid yang telah sembilan tahun menjadi istri Puji tapi tak dikaruniai anak.”
Disebutkan Syekh Puji menikahi Ulfa dengan alasan ingin mendapat keturunan. Memang ada dua anak lain dari Suwati di Yogyakarta , namun Suwati telah diceraikan Puji.
Syekh Puji lahir di Bedono , Jambu , Semarang , 4 Agustus 1965.
Ia lebih dikenal sebagai pemimpin pondok pesantren Miftahul Jannah , Desa Bedono , Kecamatan Jambu , Semarang.
Namanya dikenal setelah ia mengaku menikahi anak berusia 12 tahun sebagai isteri kedua.
Saat itu , beliau menyatakan ijab kabul demikian tidak melanggar hukum Islam.
Selain itu , ia ingin mendidik isterinya untuk menjadi manajer perusahaan yang dipimpinnya.
Pernyataannya menikahi anak di anak-anak menjadikan banyak komentar di media karena dengan tindakannya itu ia dapat dianggap melanggar UU Perkawinan dan UU Perlindungan Anak.
Atas tindakannya itu , Ketua Komnas Perlindungan Anak , Seto Mulyadi , bertemu dengannya pada tanggal 28 Oktober 2008. Seusai pertemuan , Seto Mulyadi menyatakan bahwa Syekh Pujibersedia membatalkan perkawinannya.
Dalam kenyataannya , ternyata Syekh Puji tidak membatalkan perkawinannya , dengan alasan perkawinan ini disetujui oleh orang renta istri mudanya.
Akibatnya , polisi menyebarkan kasus ini dan Syekh Pujidianggap melanggar UU Perlindungan Anak. Sejak pertengahan Maret 2009 ia dinyatakan oleh polisi sebagai tersangka.
Syekh Puji juga pernah menarik perhatian pers karena membagi-bagikan zakat pada bulan September 2008 sampai 1 ,3 miliar rupiah.
\Ia juga pernah mencalonkan diri sebagai anggota DPRD dari Partai Amanat Nasional pada Pemilu 2004 , namun tidak terpilih. 
Ia memang dikenal sebagai orang yang agak eksentrik.
Pada bulan Desember 2006 , ia pernah dibacok seseorang ketika memimpin demonstrasi.
Catatan Kepolisian Resor Salatiga memperlihatkan jikalau sang syekh juga pernah dilaporkan kepada polisi pada bulan September 1998 , sewaktu ia menjadi Kepala Desa Bedono , karena menggundul paksa sejumlah karyawan/karyawati perusahaan yang dipimpinnya.
Syekh Puji juga pernah tercatat sebagai calon Bupati Semarang terkaya tahun 2005 dengan kekayaan senilai Rp 70 ,6 Miliar.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Siapa Sangka Ternyata Begini Kondisi Syekh Puji Kini Mengejutkan"

Post a Comment