Jadi Perbincangan Nitizen Ingin Menikah Tapi Nasib Sumanto si Manusia Kanibal Sekarang Malah Makara Begini

Apa kabarnya ya Sumanto si insan kanibal sekarang? Ternyata miris , ingin menikah , tapi malah begini nasibnya.

Hukuman penjara bisa saja mengubah perilaku seorang pelaku kejahatan. Sayang , belum tentu juga merubah stigma masyarakat terhadapnya.

Hal itu sepertinya pas untuk menggambarkan nasib seorang pria berjulukan Sumanto.

Masih ingat dengannya?

Namanya terdengar hingga ke luar negeri , lho. Gara-gara kasus beliau makan daging insan , Sumanto dijuluki raja kanibal Indonesia.

Sebelum ditangkap , pria ini sudah menyantap 3 orang. Korban pertama yakni rekannya ketika beliau bekerja di pabrik gula.

Kedua , penjahat yang mencoba merampoknya , dan ketiga , mayit yang gres 16 jam dikubur. Dari korban ketiga ini karenanya Sumanto dapat ditangkap.

Dia mengaku memakan daging insan untuk memperoleh kesaktian. Merinding dengar kisahnya. Apa kabar ya Sumanto sekarang?

Ternyata paska keluar dari tahanan pada 2006 lalu alasannya ialah kasus pembongkaran kuburan dan pengambilan mayit itu , ia tak sepenuhnya menghirup udara bebas.

Warga desa daerah tinggalnya , desa Plumutan , Kemangkon , Purbalingga menolak kehadirannya kembali di desa.

Beruntung , seorang pengasuh panti rehabilitasi mental Annur , Bungkanel Karanganyar Purbalingga Supono bersedia menampungnya.

Belasan tahun Sumanto tinggal di panti , apakah Sumanto mengalami perubahan?

Dilansir dari laman Tribun , fisik Sumanto tak banyak mengalami perubaban semenjak 11 tahun lalu.

Tubuhya masih gempal.

Tak terlihat banyak uban pada rambut kepalanya.

Kumis panjangnya tetap khas , hampir menyatu dengan jenggot.

Hanya kulit pipinya terlihat agak kempot.

Supono mengungkapkan , dari segi kepribadian , Sumanto telah mengalami banyak perubahan semenjak tinggal di panti.

Sumanto menjadi langsung lebih baik.

Ia beraktivitas layaknya masyarakat normal di dalam panti , mulai mencabuti rumput , bertani , memberi makan burung , dan membantu pekerjaan Supono.

Aktivitas saya bantu-bantu pak Haji (Supono) cabut-cabut rumput , bertani , ikut pengajian , pokoknya ikut pak haji ,"kata Sumanto.

Selain beraktivitas sosial , Sumanto juga rajin mengikuti pengajian yang diselenggarakan panti.

Menurut Supono , Sumanto bisa melafalkan ayat Al Quran.

Pada beberapa kesempatan , Sumanto juga dipercaya mengumandangkan azan.

Berbagai kemajuan yang dialami Sumanto ternyata tak membuat citranya membaik di masyarakat.

Stigma Sumanto sebagai sosok mengerikan tak lantas sirna dari benak masyarakat.

Ia tetap ditolak oleh warga ketika beberapa kali hendak dipulangkan ke rumah orang tuanya.

Apa harapan Sumanto?

Sumanto tetaplah insan berperasaan yang punya kerinduan terhadap orang tuanya.

Ia ingin kembali pulang ke tanah kelahiran dan menjalani acara layaknya insan normal.

Sayang , lima kali ia coba dikembalikan ke keluarganya oleh pengasuh panti , Sumanto tetap ditolak warga.

Bayangan mengerikan terhadap perbuatan keji Sumanto di masa silam masih terpatri di benak sebagian masyarakat.

Selain kembali ke rumah , Sumanto juga sempat memberikan keinginannya untuk menikah.

Ia mendambakan seorang perempuan yang bisa mendapatkan apa adanya.

Sebagai sesama lelaki , Supono mengerti kemauan Sumanto yang menginginkan pendamping hidup.

Namun , melihat pandangan miring masyarakat terhadap Sumanto selama ini , ia pun pesimis dapat mewujudkan harapan Sumanto.

Supono sempat berusaha mencarikan jodoh untuk Sumanto. Ia pernah mengumumkan harapan Sumanto itu ke publik melalui media.

Supono bahkan siap menanggung biaya resepsi kesepakatan nikah jikalau ada perempuan yang bersedia dipinang Sumanto.

"Sudah saya umumkan. Biaya nikah saya tanggung , mau nikah di hotel mana silakan saya tanggung. Tapi tidak ada yang mau hingga sekarang ,"katanya

Sumanto sepertinya harus mengubur mimpi-mimpi indahnya itu.

Mimpi yang ia berdiri selama belasan tahun dari dalam ruangan berukuran sekitar 3x5 meter di dalam panti.

Di ruangan itu , Sumanto paling banyak menghabiskan waktu.

Seringkali ia menyanyikan tembang Jawa dengan bunyi lantang.

Nyanyiannya menggema syahdu.

Memecah keheningan panti berisi puluhan penderita gangguan mental yang sama terdiam.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Jadi Perbincangan Nitizen Ingin Menikah Tapi Nasib Sumanto si Manusia Kanibal Sekarang Malah Makara Begini"

Post a Comment